Tentang Beta Blocker untuk Kecemasan (Anxiety)

Pernahkah Anda mendengar tentang beta blocker?

Beta blocker adalah obat yang biasa digunakan untuk penyakit seperti darah tinggi, denyut jantung yang tidak normal, migraine, dan glukoma. Nama lengkapnya sebenarnya adalah beta-adrenoreceptor, tapi sering disebut beta blocker. Ada banyak sekali tipe obat dalam kategori ini, misalnya saja sotalol, acubutolol, celiprolol, dan  nebivolol.

Tapi meski pada dasarnya adalah obat untuk sesuatu yang berhubungan dengan jantung, beta blocker juga sering digunakan untuk kecemasan atau anxiety.

Cara kerja obat-obatan ini adalah dengan mem-blog impuls syaraf tertentu. Dengan begitu, neurotransmiter bisa dilepaskan. Neurotransmiter adalah komponen kimia yang menstimulasi reseptor beta, yaitu struktur yang amat kecil yang ditemukan di berbagai organ seperti otak dan jantung.

Ketika reseptor tersebut terstimulasi oleh hal-hal seperti stress atau kecemasan, maka denyut jantung bisa bertambah lebih cepat.  Beta blocker bisa mem-block reseptor di jantung sehingga mengurangi denyut jantung yang cepat, sehingga berguna bagi penderita kecemasan atau anxiety.

Beta blocker memang biasa diresepkan, tapi tentu bukan solusi terbaik untuk kondisi ini. Beta blocker hanya berguna untuk mengurangi gejala kecemasan, seperti misalnya gemetar dan denyut jantung yang cepat. Tapi obat ini mungkin berguna jika Anda punya kecemasan sosial atau social anxiety, sehingga beberapa musisi memakainya sebelum tampil di panggung. Tapi menurut Heather Moehn di bukunya Social Anxiety, beta blocker tidak sesuai untuk mengangani generalized social anxiety atau GAD jika dikonsumsi setiap hari.

Memang ada banyak obat lain untuk anxiety, tapi banyak orang memilih beta blocker karena efek sampingnya dianggap lebih  sedikit. Beta blocker juga banyak dipilih karena bisa menurunkan tingkat stress.

Orang yang mengkonsumsi beta blocker juga seharusnya tetap berolahraga dan mengkonsumsi makanan sehat untuk mengendalikan tingkat stress.

Tapi, beta blocker tentu masih punya efek samping.

Ada orang yang justru bisa mengalami depresi atau disfungsi seksual. Bahkan beberapa orang bisa pusing dan pingsan. Karena itu, tidak boleh sembarangan mengkonsumsi obat ini.

Jika Anda mempertimbangkan beta blocker untuk PTSD, phobia, atau kecemasan, lebih baik hanya sementara. Masalah-masalah tersebut adalah masalah psikologis, bukan fisik, sehingga Anda perlu solusi yang lebih tepat. Untuk alternatifnya, salah satunya adalah Anda bisa berkonsultasi ke pakar NLP.

 

Sumber: http://www.bestanxietytreatment.info/2012/10/beta-blockers-for-anxiety-can-they.html – diakses tanggal 27 Januari 2013